Catatan Terbaru :
Home » , » Menghargai Sebuah Keindahan ?

Menghargai Sebuah Keindahan ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dimohon Untuk Meluangkan waktu sejenak untuk membaca :

Al Kisah suatu ketika seorang pria duduk depan sebuah pintu masuk stasiun dan mulai memainkan sebuah alat musik. dia mulai memainkan alat musiknya dan mengumandangkan beberapa buah syair untuk para pejalan kaki yang sedang bepergian dan atau kembali dari bepergian. selama kurang lebih 60 menit, dia meluangkan waktu untuk sekedar mengumandangkan syair merdu diwaktu - waktu tertentu karena dia tahu pada jam sibuk para musyafir (orang yang bepergian) sangatlah membutuhkan suatu hiburan,  di perkirakan ada sekitar 10.000 orang melewati pintu stasiun tersebut setiap harinya, banyak diantara mereka dalam perjalanan kerja dan banyak pula diantara mereka yang sedang dalam perjalanan pulang dari kerja.

Hari berganti hari , dan minggu pun berlalu ada seorang pria tua memperhatikan bahwa ada seorang musisi sedang bermain / memainkan sebuah alat musik dan mengumandangkan syair cinta, dia memperlambat kecepatannya dan berhenti beberapa detik kemudian dengan tergesa-gesa melanjutkan perjalannnya karena dilihatnya jam sudah menunjukkan waktu sore.

Beberapa hari kemudian, seseorang duduk dan bersandar untuk mendengarkan akan tetapi pria tersebut melihat jam tangannya dan mulai berjalan,  dari ekspresi wajahnya jelas terlihat bahwa dia sangat tergesa gesa karena takut terlambat untuk bekerja.

Seseorang yang memperhatikan dengan sangat adalah seorang bocah berumur belasan tahun, yang kemudian aksi ini terulang / diikuti oleh beberapa anak lainnya, namun setiap orang tua, tanpa terkecuali, memaksa mereka untuk lanjut berjalan.

Dalam kurun waktu 60 menit penyair itu mengumandangkan syairnya hanya 6 orang yang berhenti dan berdiam diri untuk sesaat. ketika dia selesai bermain dan keheningan muncul, tidak ada seorang pun memperhatikannya, tidak ada seorangpun yang bertepuk tangan atau ada penghargaan apapun, memang tidak banyak yang mengetahuinya, bahwa sang penyair baru saja memainkan salah satu karya paling rumit yang pernah ditulis di sebuah tempat umum dan dengan peralatan seadanya. 

Sebagai bagian dari percobaan tentang bagaimana untuk mengetahui minta, bakat, persepsi, perasaan dan prioritas serta cara pandang kebanyakan orang dalam sebuah lingkungan umum pada waktu yang tidak tepat adalah : 

Apakah kita sudah dan mau menghargai sebuah ke-indahan ? 
Apakah kita akan berhenti sejenak guna untuk menghargai sebuah keindahan meskipun ditempat yang tidak tepat ? 
Apakah kita akan mengenal sebuah talenta dalam tempat dan waktu yang tidak ter-duga ?

Jikalau kita tidak memiliki waktu luang untuk berhenti dan atau mendengarkan salah satu karya terbaik di dunia dimainkan dan atau memperhatikan seseorang memainkan syair terbaik yang pernah ditulis, berapa banyak kita telah kehilangan ?

Berhentilah walau sejenak dan dengarkan, karena kita sering kali bergerak terlalu cepat dan terburu-buru dalam memandang dan atau menilai sesuatu sehingga kita kehilangan begitu banyak hal berharga di dalam hidup kita.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Tatacara Shalat | Renungan Al Quran | Istighfar
Copyright © 2011. Diary - All Rights Reserved
Template Modify by Terjemah Al Quran
Proudly powered by Blogger